1.)HANTAVIRUS
Nama ini diambil dari nama sungai dimana tentara Amerika pertama kali diduga terinfeksi selama Perang Korea tahun 1950. Gejalanya meliputi penyakit paru-paru, demam, dan gagal ginjal. Sementara, proses infeksi terjadi melalui kontak langsung dengan kotoran, air liur, atau air seni tikus yang terinfeksi hantavirus.
Tidak ada pengobatan atau vaksin khusus untuk melawan virus ini. Jika Hantavirus bisa didiagnosa dengan lebih cepat, maka perawatan intensif akan sangat berguna bagi pasien. Biasanya, pasien yang terjangkit virus ini akan diintubasi (penempatan tabung plastik di trakhea untuk membantu pernafasan) dan diberikan terapi oksigen. Hal ini dilakukan lantaran pasien dengan Hantavirus biasanya akan menderita stres karena kesulitan bernafas.
Nah, jika gejala-gejala awal penyakit ini diabaikan dan tidak segera mendapat penanganan, sesak napas yang diderita pasien bisa sangat parah sehingga nyawa tidak bisa diselamatkan lagi.
2.)VIRUS LASSA
Orang pertama yang terinfeksi virus Lassa adalah seorang perawat di Nigeria. Virus ini ditularkan oleh tikus dan sifatnya endemik – virus terjadi di satu wilayah tertentu dan dapat terulang kembali di tempat yang sama, dan dalam kasus ini, Afrika Barat. Para ilmuwan berpendapat bahwa 15% hewan pengerat di Afrika Barat membawa virus ini.
Ribavirin adalah obat yang paling baik bagi penderita demam Lassa. Jika Ribavirin diberikan pada 6 hari pertama, pasien punya kemungkinan hidup 10 kali lipat lebih besar. Selain itu, digunakan pula terapi oksigen dan opium untuk mendukung pengobatan dengan Ribavirin.
Virus Lassa sampai saat ini juga belum bisa ditanggulangi dengan vaksin. Pencegahan masih dilakukan dengan pemberantasan tikus Multimammate dari jenis Mastomys yang menyebarkan virus ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar